Database
Terdistribusi
Pengertian Database
Basis data (database) adalah
representasi kumpulan fakta yang saling berhubungan disimpan secara bersama
sedemikian rupa dan tanpa pengulangan (redudansi) yang tidak perlu, untuk
memenuhi berbagai kebutuhan.
Pengertian database
terdistribusi
Semua
perusahaan atau organisasi yang menggunakan Relation Database Management System
(RDBMS) biasanya mempunyai database yang banyak atau tidak hanya satu. Oleh
karena itu kenapa mereka biasanya menggunakan konsep sistem terdistribusi dalam
implementasinya.
Faktor-faktor
tersebut antara lain :
1. Perbedaan
database biasanya didasarkan pada fungsionalitas dari database itu sendiri,
misalkan untuk bagian keuangan, pemasaran atau sumber daya manusia.
2. Perbedaan
database juga biasanya didasarkan letak geografis yang ada, misalnya untuk
dalam satu kota.
3. Perbedaan
database juga biasanya didasarkan pada bagaimana cara mengaksesnya misalkan
untuk database transaksi atau untuk penggudangan data (datawarehouse).
4. Data
base pada internet commerse biasanya diduplikasi sebagai cadangan dengan skala
kemampuan yang sama.
5. Data
base juga dibedakan untuk sistem yang sedang berjalan ataupun untuk yang sedang
dikembangkan.
Konsep data base
terdistribusi
Merupakan
suatu koleksi data komputer yang terintegrasi, diorganisasikan dan disimpan
dengan suatu cara yang memudahkan pengambilan kembali. Integrasi logis dari
record-record dalam banyak file ini disebut konsep database yang bertujuan
untuk meminimumkan pengulangan data (duplikasi data artinya data yang sama
disimpan dalam beberapa file) dan mencapai idependensi data (kemampuan untuk
membuat perubahan dalam struktur data tanpa membuat perubahan pada program yang
memproses data).
Dalam menyususn suatu
data terdistribusi perlu diperhatikan hal-hal sbb ;
1. Replikasi
data, dara-data harus tetap uptodate tanpa kompromisasi pada performansi.
2. Akses
yang terjadi secara bersamaan , harus menghindari terjadinya kesalahan pada
data.
·
Masalah keamanan.
·
Maslaah reliabilitas.
Keuntungan
Database terdistribusi :
o Otonomi
local : karena data didistribusikan, user dapat mengakses dan bekerja dengan
data tersebut sehingga memiliki kontrol local.
o Meningkatkan
kinerja : karena setiap site menangani hanya bagian dari DB, CPU dan I/ O tidak
seberat seperti DB pusat. Data yang dipakai untuk transaksi disimpan dalam
beberapa site, sehingga eksekusi transaksi dapat secara parallel.
o Meningkatkan
reliability/ availability : jika satu site mengalami crash, dapat membuat
beberapa site tidak dapat diakses. Jika data direplikasi ke banyak site,
kerusakan hubungan komunikasi tidak menjadikan sistem total tidak dapat
dioperasikan.
o Ekonomis
: dari biaya komunikasi, baik membagi aplikasi dan memproses secara local di
setiap site. Dari biaya komunikasi data, akan lebih murah untuk memelihara
sistem komputer dalam satu site dan menyimpan data secara local.
o Expandibility
: akan lebih mudah mengakomodasikan ukuran DB yang semakin besar. Ekspansi
dapat dilakukan dengan menambah proses dan kekuatan penyimpanan ke jaringan.
o Shareability
: jika sistem informasi tidak terdistribusi, akan sulit untuk berbagi data dan
sumber daya. Sistem DB terdistribusi memungkinkan hal ini.
Kerugian dari DDBS
·
Kurangnya pengalaman :
sistem DB terdistribusi bertujuan umum (generalpurpose) tidak sering digunakan.
Yang digunakan adalah sistem prototype yang dibuat untuk satu aplikasi (misal :
reservasi pesawat)
·
Kompleksitas : masalah
DDBS lebih kompleks dibandingkan dengan manajemen database terpusat
·
Biaya : sistem
terdistribusi membutuhkan tambahan hardware (untuk mekanisme omunikasi)
sehingga biaya hardware meningkat. Yang terpenting pada biaya ini adalah
replikasi. Jika fasilitas komputer dibuat di banyak site, akan memerlukan
orang2 yang memelihara fasilitas tersebut
·
Kontrol distribusi :
sebelumnya menjadi keuntungan. Tetapi karena distribusi menyebabkan masalah
sinkronisasi dan koordinasi, kontrol terdistribusi menjadi kerugian atau
kekurangan di masalaha ini.
·
Keamanan : akan mudah
mengontrol database yang terpusat. Dalam sistem database terdistribusi,
jaringan membutuhkan keamanan tersendiri.
·
Perubahan yang sulit :
tidak ada tool atau metodologi untuk membantu user mengubah database terpusat
ke database terdistribusi.
Topologi Network database Terdistribusi
1.
Fully Connected network :
Keuntungan : kalau
salah satu node rusak, yang lainnya masih dapat berjalan
(tetapi biaya
mahal).
Kerugian :
control management tidak terjamin
2.
Partially connected network :
Keuntungan :
reliability rendah, biaya dapat ditekan
Kerugian :
control management tidak terjamin
3.
Tree structure network :
Keuntungan :
bersifat sentral, control management lebih terjamin
Kerugian : kalau
node pusat (A) rusak, semua akan rusak.
Cat : setiap proses dimulai dari bawah.
4. Ring Network (LAN) :
Keuntungan :
rusak satu, yang lain masih berjalan
Kerugian :
Control management kurang terjamin karena bersifat desentralisasi
5. Star Network (LAN) :
Keuntungan : -
control management lebih terjamin, karena bersifat sentral
- reliability
rendah
Kerugian : kalau
pusat rusak, yang lainnya rusak